Rabu, 21 September 2011

Ketergantungan Terhadap Produk China Makin Mengkhawatirkan

Tribunnews.com

Tribunnews.com - Rabu, 21 September 2011 15:02 WIB


Ketergantungan Terhadap Produk China Makin Mengkhawatirkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketergantungan Indonesia terhadap produk China saat ini dianggap semakin mengkhawatirkan. Dominasi China ini disinyalir karena minimnya industri dalam negeri dalam menghasilkan produk yang sama, sehingga kecenderungan impor meningkat.
Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR Mustafa Kamal di Gedung DPR Jakarta, Rabu (21/9/2011).Dalam temuan Kamal, dari total produk impor tertentu selama Januari-Agustus yang mencapai 2,86 miliar US Dollar, impor produk-produk tertentu seperti makanan dan minuman, elektronik, pakaian jadi dan mainan anak-anak mencapai 962,8 juta US Dollar.
“Industri kita seharusnya mampu menghasilkan barang sejenis yang berkualitas sehingga bisa meminimalisir produk impor dari China, ” ungkap Kamal. 
Secara khusus, Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik ini mengkritik impor barang elektronik China yang mencapai 33,3 % atau senilai 817,9 juta US Dollar. Padahal, lanjut Kamal, salah satu visi Kementerian Perindustrian adalah agar teknologi menjadi ujung tombak pengembangan produk dan penciptaan pasar .
“Bagaimana pengembangan produk teknologi dalam negeri dapat tercapai kalau produk China tidak dibatasi?” kritik Kamal.
Permasalahan lainnya, kata Kamal adalah impor produk mainan China yang telah menguasai pasar domestik sampai 70,6 %. Dengan dominasi produk China ini, pemerintah seharusnya mampu memperketat izin impor mainan anak-anak.
Terlebih lagi, tambah Kamal, beberapa produk mainan China bermasalah dalam sertifikasi keamanan di Indonesia.
“Dengan segmentasi pasar yang besar, seharusnya pemerintah mendorong tumbuhnya industri mainan anak dalam negeri”. ungkap Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I ini. 
Solusi terbaik dari dominasi produk China, Menurut Kamal, adalah pemerintah melindungi pasar domestik dan memberdayakan pedagang dalam negeri agar produk lokal mampu bersaing.
“Pemerintah harus berani menunjukkan keberpihakannya pada produk dalam negeri. Kalau tidak, produksi lokal akan tersisih di negeri sendiri,” pungkas Kamal.


Penulis: Willy Widianto  |  Editor: Johnson Simanjuntak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar