Sabtu, 15 Oktober 2011

PKS: Koalisi atau Oposisi Sama Saja

KOMPAS.com
Ary Wibowo | Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 14 Oktober 2011 | 16:46 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta enggan berkomentar mengenai wacana PKS akan keluar dari koalisi jika ada menteri asal PKS yang di-reshuffleoleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Anis, sepanjang Presiden SBY belum memberikan kepastian, maka reshuffle tersebut hanya sebatas rumor saja.
Kita punya dua pengalaman jadi oposisi dan koalisi, dan itu menurut kita relatif sama saja
-- Anis Matta

"Belum, kita baru membicarakan disini. Opsi-opsinya masih banyak yang kita pikirkan, dan belum tentureshuffle jadi kan. Selama belum ada pelantikan tidak ada reshuffle itu," ujar Anis di sela-sela acara Rapimnas PKS, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (14/10/2011).
Presiden SBY, pada Kamis (13/10/2011) kemarin, mengundang enam ketua umum partai koalisi, salah satunya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq ke kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Pemanggilan para pimpinan partai politik ini terkait dengan rencana Presiden melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II.
Menurut Anis, ia tidak mengetahui secara detail apakah dalam pertemuan tersebut melakukan pembicaraan mengenai adanya kader PKS yang di-reshuffle.
"Sekarang kan semua berandai-andai soal wacana itu. Kalau kata Nabi, andai-andai itu jangan bilang kalau itu dari setan. Dan kita punya dua pengalaman jadi oposisi dan koalisi, dan itu menurut kita relatif sama saja," kata Wakil Ketua DPR ini.
Sebelumnya, Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, PKS belum mengambil sikap mengenaireshuffle lantaran belum ada kepastian dari Presiden. Namun, kata dia, sejumlah pendapat sudah disampaikan kader menyikapi rencana Presiden. Salah satu pendapat itu adalah keluar dari koalisi jika ada satu menteri asal PKS yang di-reshuffle.
"Ada 10 orang, ada 10 pendapat itu biasa saja. Namun, kebijakan politik di PKS itu diambil oleh Majelis Syuro. Terkait penempatan menteri di pemerintahan, terkait posisi koalisi keputusannya di Majelis Syuro," kata Mahfudz.

Elitenya Dewasa, Tidak Seperti Tetangga...

Tribun PekanbaruPemilukada Kampar Dipuji


Tribun Pekanbaru - Sabtu, 15 Oktober 2011 12:38 WIB
PELAKSANAAN pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Kampar menuai pujian dari banyak pihak, karena terselenggara dengan lancar, aman, dan tanpa riak berarti hingga penetapan rekapitulasi penghitungan suara kemarin. 

"Reshuffle & KPK Sama, Tidak Mutu!"

Respon Warga Terhadap Reshuffle
Nasional - Sabtu, 15 Oktober 2011 | 11:03 WIB
Headline
INILAH.COM, Jakarta - Hiruk pikuk rencana reshuffle kabinet sebagai ikhtiar untuk perbaikan kinerja pemerintahan SBY-Boediono juga mendapat perhatian masyarakat di kelas menengah ke bawah. Apa komentar mereka tentang rencana reshuffle kabinet ini?

Hasil Rapimnas PKS: Siap Untuk Situasi Apapun


PKS menyatakan tetap mengacu pada kesepakatan khusus bilateral dengan SBY.

SABTU, 15 OKTOBER 2011, 15:15 WIB


VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera telah selesai menggelar rapat pimpinan nasional di sebuah hotel di Jakarta. Ada tiga hasil Rapimnas ini.

Ini Dia Empat Sikap PKS

15/10/2011 15:17Liputan6.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memutuskan empat sikap yang akan dijadikan acuan dalam merespon perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Keempat sikap tersebut diambil melalui rapat pimpinan nasional yang dibacakan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaak, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (15/10). 

Membangkitkan Pasar Kehidupan Dari Masjid

Ini adalah dialog yang tiada duanya diatas dunia ini. Di pelataran Masjid dialog ini berlangsung. Seorang sahabat yang baru saja berjumpa dan diikrarkan persaudaraannya ingin memuliakan semulia-mulianya sang sahabat. “Aku punya beberapa rumah silahkan engkau pilih yang paling nyaman menurutmu, aku punya beberapa bidang tanah, silahkan pilih mana yang engkau sukai, bahkan kalau engkau mau, aku punya beberapa orang istri silahkan pilih mana yang menarik hatimu, aku akan ceraikan, selepas masa iddahnya engkau boleh menikahinya.” Tak butuh waktu lama, jawabannya beberapa kata, “saya tidak butuh itu semua dari mu, sekarang tunjukkan saja kepadaku kemana jalan menuju pasar!”