Jumat, 26 Agustus 2011

Lebih Dekat (2): Gubernur Duduk di Kelas Ekonomi, Biasa Saja...

Padang, KlikSumbar 
Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, pria ini nyaris tidak merubah style-nya. Baik saat menjadi aktifis, anggota DPR RI maupun setelah menjadi orang nomor satu di Sumbar.
"Jangan paksa saya merubah style hidup saya, karena bagi saya fasilitas jabatan apa pun adalah sunah, kewenangan justru suatu kewajiban bagi saya," ujar Irwan Prayitno saat berbagi pengalaman hidup dengan jajaran DPD KNP
I Sumbar, Sabtu (23/07) di rumah dinasnya, Jalan Sudirman Padang.

Lebih Dekat (1): Irwan Pernah Marah Dicalonkan Jadi Gubernur

Padang, KlikSumbar 
Mungkin sudah banyak yang tahu kisah pencalonan Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumbar, satu tahun lalu. Saat diminta menjadi calon gubernur, ternyata politisi senior PKS ini sempat marah. Irwan marah karena sebelumnya PKS telah sepakat mengusung Fauzi Bahar-Trinda Farha. Tetapi, pasangan ini kemudian bubar.
Setelah itu terjadi kasak
-kusuk, mencari calon lain untuk dimajukan PKS pada Pilgub Sumbar 2010 waktu itu. Pilihan kader dan petinggi PKS jatuh kepada sosok Irwan Prayitno yang saat itu duduk di DPR RI untuk periode ketiga kalinya.

Wikileaks: Tifatul Berterima Kasih, Diplomasi AS Untungkan PKS

Fitraya Ramadhanny - detikNews


Jakarta - Wikileaks mengungkapkan, hubungan antara PKS dan Pemerintah AS tidak selalu berseberangan seperti pada kasus Mentan Anton Apriyantono. PKS pada 2008 malah punya hubungan mesra dan belajar kampanye politik dari AS.

Kawat diplomatik berkode 08JAKARTA54 tertanggal 9 Januari 2008 yang diungkap Wikileaks mengisahkan pertemuan antara Dubes AS Cameron Hume dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Bidang Hubungan Interna
sional Taufik Ramlan Wijaya, dan anggota DPR dari FPKS Zulkieflimansyah.

Hidayat Nur Wahid: Idul Fitri Momentum Pemimpin Introspeksi Diri


Jumat, 26 Agustus 2011 14:01 WIB
Hidayat Nur Wahid: Idul Fitri Momentum Pemimpin Introspeksi Diri
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mantan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengatakan, Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah jangan hanya dijadikan acara seremonial saja untuk saling memaafkan, namun harus dijadikan sebagai momentum para pemimpin untuk introspeksi diri. "Para pemimpin harus memperbaiki dan introspeksi diri, sehingga menjadi pemimpin yang kembali kepada fitrahnya, yakni pemimpin yang amanah yang melayani masyarakat dengan baik," kata Nur Wahid di Jakarta, Jumat.