Kamis, 06 Oktober 2011

Isu Reshuffle Membuat Kinerja Menteri Tidak Fokus

Indonesia Today

Penulis: Achsin   
Kamis, 06 Oktober 2011 13:36

Anis Matta (IST)
itoday – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beranggapan reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden SBY tidak mempunyai meningkatkan prestasi pemerintah dan justru membuat kinerja menteri turun.

“Bagi kami reshuffle itu percuma,” kata Sekjen DPP PKS, Anis Matta kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (6/10).

Selain itu, kata Anis, kontrak politik PKS berbeda dengan partai koalisi lainnya. ”Saya ini pengambil keputusan,” ungkapnya.

Antara Komite Etik, KPK, dan Fahri Hamzah


Komite Etik KPK akhirnya mengumumkan pelanggaran kode etik pimpinan komisi anti korupsi.

Arry Anggadha, Syahrul Ansyari
Ketua KPK dan Pimpinan Anggota Etik KPK (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya mengumumkan pelanggaran kode etik yang dilakukan pimpinan komisi anti korupsi, Rabu 5 Oktober 2011. Komite Etik menyatakan, seluruh unsur pimpinan KPK dinyatakan bebas dari pelanggaran pidana.

Keputusan itu diambil Komite Etik yang diketuai Abdullah Hehamahua setelah memeriksa 12 saksi internal dan 17 dari ekternal KPK. Mereka yang oleh pihak luar dipermasalahkan adalah Muhammad Busyro Muqoddas, M Jasin, Haryono Umar, Chandra M Hamzah, Ade Rahardja, Bambang Sapto Pratomo Sunu, Johan Budi SP, dan Roni Samtana. Termasuk Muhammad Nazaruddin.

PKS Evaluasi KPK


"Mereka ini kan menggunakan uang negara. Itu uang publik."

Eko Huda S, Mohammad Adam
Sekjen PKS Anis Matta. (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Anis Matta, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi perlu dievaluasi secara kelembagaan untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitasnya di mata publik.

"Menurut saya sekarang sudah waktunya melakukan evaluasi secara keseluruhan kepada KPK sebagai lembaga publik, harus kita evaluasi secara terus menerus," kata Anis di gedung DPR, Jakarta, Kamis 5 Oktober 2011.