Kamis, 29 September 2011

Ust Hilmi Aminuddin: Kita Wajib Berlapang Dada


PKS PIYUNGANIkhwan dan akhwat fillah rahimakumullah..
Sebagai da’i kita harus punya keteguhan sikap dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan yang ada karena itu adalah sunnatullah dalam perjalanan dakwah. Karakter da’i adalah Atsbatu mauqifan, paling teguh sikapnya. Tidak tergoda, tidak terprovokasi, tidak berhenti apalagi mundur.

Semua perusahaan tambang harus kooperatif untuk renegosiasi kontrak

partai keadilan sejahtera
http://www.fpks.or.id

Jakarta (28/9) - Anggota Komisi XI DPR RI, Kemal Azis Stamboel mengapresiasi perkembangan proses renegosiasi kontrak pertambangan yang terus dilakukan pemerintah. “Pencapaian saat ini, dengan 65 persen dari seluruh perusahaan pertambangan yang telah menyetujui prinsip-prinsip renegosiasi kontrak adalah perkembangan yang positif. Kita minta semua perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia termasuk Freeport dan Newmont harus kooperatif untuk renegosiasi kontrak. Karena ini amanat Undang-undang, amanat seluruh rakyat Indonesia”, tegasnya di Jakarta, Rabu (28/9)

Catatan Harian Seorang Penjaga Kantor DPW


Oleh: Cahyadi Takariawan
Awal tahun 2000, saya masih “menjabat” sebagai Wakil Ketua DPW Partai Keadilan (PK) D.I. Yogyakarta. Saat itu Ketua DPW PK DIY adalah pak Cholid Mahmud. Sebagai Wakil Ketua yang bertanggung jawab atas berbagai urusan internal, saya bermarkas di Kantor DPW Timoho. Setiap hari saya mengantor bersama Sigit dan beberapa ikhwah, bahkan tidak jarang bermalam di Kantor DPW. Saya bahkan sempat punya springbed yang ditempatkan di salah satu ruangan kantor DPW.

Jakarta, 28/9 – Proses penyelesaian perubahan kawasan hutan dalam rangka Rencana Tata Ruang Rencana Tata Wilayah Provinsi (RTRWP) masih belum menemukan titik temu, hal ini menyebabkan pengelolaan dan pemanfaatan kehutanan menjadi berlarut-larut. Presiden dan DPR RI harus bertemu untuk merumuskan jalan terbaik guna mencari solusi.

Tamsil Linrung Mundur dari DPR?


JAKARTA, RIMANEWS - Tamsil Linrung, Politisi PKS yang juga salah satu pimpinan Badan anggaran (Banggar) DPR, mengungkapkan kegalauan hatinya, di DPR, Kamis (29/09/2011).
Tamsil menyatakan niatnya mundur sebagai anggota DPR. Hal ini, terkait dengan tarik menarik yang terjadi saat KPK mengundang para pimpinan Banggar DPR, termasuk dirinya, dan KPK yang tak bersedia memenuhi undangan pimpinan DPR untuk melakukan konsultasi.
"Itu pilihan. Saya belum berbicara dengan fraksi (PKS). Saya melihat tarik menarik yang dibawa ke ranah politik, padahal sederhana. Kita ingin fungsi dan kewenangan menjadi jelas. Kalau seperti ini terus, lebih baik fraksi ambil saya dari DPR. Biar saya konsentrasi penuhi pemeriksaan KPK supaya tidak menganggu pekerjaan saya," kata Tamsil.