Polhukam / Rabu, 5 Oktober 2011 11:33 WIB

Metrotvnews.
com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera kini lebih tenang menghadapi isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. PKS menyatakan akan tetap di koalisi meski menteri-menterinya dicopot dari kabinet.
"Sampai sekarang di DPP PKS tidak ada pembahasan tentang reshuffle. PKS masih tetap di koalisi," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (5/10).
Menurut Mahfudz, hingga kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menjalin komunikasi dengan PKS soal reshuffle. Namun, sesuai kontrak koalisi yang diperbarui semua koalisi memahami reshuffle hak penuh presiden.
Jika dilakukan terhadap menteri koalisi itu pun akan dikomunikasikan ke partai bersangkutan. Karena itu PKS tak akan banyak bermanufer politik. "Semuanya hak prerogatif presiden," terang Mahfudz. Hingga kini PKS belum menyiapkan calon menteri pengganti. (Andhini)

Metrotvnews.
com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera kini lebih tenang menghadapi isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. PKS menyatakan akan tetap di koalisi meski menteri-menterinya dicopot dari kabinet."Sampai sekarang di DPP PKS tidak ada pembahasan tentang reshuffle. PKS masih tetap di koalisi," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (5/10).
Menurut Mahfudz, hingga kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menjalin komunikasi dengan PKS soal reshuffle. Namun, sesuai kontrak koalisi yang diperbarui semua koalisi memahami reshuffle hak penuh presiden.
Jika dilakukan terhadap menteri koalisi itu pun akan dikomunikasikan ke partai bersangkutan. Karena itu PKS tak akan banyak bermanufer politik. "Semuanya hak prerogatif presiden," terang Mahfudz. Hingga kini PKS belum menyiapkan calon menteri pengganti. (Andhini)


