Rabu, 21 September 2011

Anggota FPKS: Penamaan Gelora SBY Tidak Logis dan Dipaksakan

detikcom


Muhammad Taufiqqurahman - detikNews, Rabu, 21/09/2011 16:01 WIB 


Jakarta - Wacana pergantian nama kompleks olahraga Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi Gelora SBY menjadi kontroversi. Penamaan Gelora SBY disebut tidak logis dan terkesan dipaksakan.

"Nama ko
mpleks olahraga Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi Gelanggang Olahraga Susilo Bambang Yudhoyono atau Gelora SBY tidak logis," ujar anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PKS, Rohmani lewat rilis yang dikirim kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).


Penamaan Gelora SBY juga menurut Rohmani, terkesan sangat dipaksakan. Seharusnya, penamaan kompleks olahraga Jakabaring di Palembang sebaiknya melibatkan masyarakat setempat.

"Ketika mendengar hal tersebut dari media, saya kaget. Terkesan politis. Apalagi usulan tersebut muncul di tengah latar belakang politik dan hukum yang berkembang begitu dinamis akhir-akhir ini," kata Rohmani.

"Jauh lebih bijak bila kita serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Sumatera Selatan. Tentu mereka memiliki pertimbangan tersendiri," terangnya,

Dalam pemberian nama stadion itu, Rohmani mengusulkan menggunakan pertimbangan sejarah atau mempertimbangkan jasa dan perjuangan seorang tokoh terhadap pembangunan sarana publik tersebut.

"Pertimbangan mengenang atau mengabadikan nama pahlawan atau tokoh setempat," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Rohmani, daripada menimbulkan polemik di masyarakat, seharusnya nama untuk kompleks olahraga Jakabaring menggunakan pahlawan daerah setempat.

"Ada tokoh Sumsel yang sangat berpengaruh, Abdul Rozak dan HBR Motik. Ini bisa jadi pertimbangan. Apalagi jasa-jasa mereka dalam perjuangan kemerdekaan sudah jelas," kata Rohmani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar