Rabu, 28 September 2011

Abaikan Surat DPR Tentang Penghilangan Paksa, SBY Dapat Dimakzulkan Sebelum 2012


Jakarta, Seruu.com - DPR beranggapan pemerintah SBY telah mengabaikan surat rekomendasi DPR mengenai penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997/1998. Surat tersebut dikirimkan DPR pada September dua tahun lalu namun hingga kini tidak ada tindak lanjut.  Untuk itu mereka sepakat jika tidak juga ditindaklanjuti maka DPR akan mendukung langkah keluarga untuk mengeluarkan rekomendasi pemakzulan SBY karena telah melanggar Pancasila.
Menurut politisi PKS, Nasir Djamil, DPR harus segera memanggil menteri-menteri terkait untuk menanyakan nasib rekomendasi DPR tersebut. Apalagi ini menyangkut masalah kemanusiaan.

Demikian disampaikan Nasir saat mendampingi keluarga korban penculikan di pressroom Nusantara III DPR, siang ini (Rabu, 28/9).

Menurut dia, DPR perlu mengambil langkah baru dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga korban.

"Kalau ini tetap diabaikan, keluarga korban bisa membuat rekomendasi supaya SBY turun sebelum tahun 2012.Persoalan ini bukanlah persoalan mudah, ini menyangkut sila ke dua dan kelima Pancasila," kata Nasir yang membidangi komisi hukum DPR.

"DPR mempunyai tanggung jawab moral untuk mengingatkan Presiden SBY. PKS prihatin dengan kondisi ini," imbuh dia.  [ms]

NASIB PITA IMUT BERWARNA HIJAU


Nasib, suratan takdir memang tidak bisa diprediksikan. Milik dan Hak Allah swt sepenuhnya. Pita berwarna hijau itu membuatku tertegun. Ia kudapatkan ketika mengisi salah satu kajian di Kampus Universitas Riau. Dalam setiap kajian biasanya ada buah tangan berupa buah-buahan yang dibungkus (diparsel) sedemikian rupa. Dan, pita itulah yang menjadi pengikatnya. Sebuah pita yang sederhana sekali.

Kominfo Telah Blokir 300 Situs Kekerasan


28/9/2011 | 29 Syawal 1432 H | Hits: 78
Oleh: Tim dakwatuna.com
dakwatuna.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir sekitar 300 situs kekerasan yang mengarah pada perilaku terorisme.