Rabu, 12 Oktober 2011

Contoh Nyata


Ustadz Anis Matta dalam bukunya “Dari Gerakan ke Negara”, bercerita :
“Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu, semua usahanya untuk meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan-keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.
Rasanya, semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen yang juga aktivis itu, jumla tersebut cukup untuk membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan system ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya.
Ia menyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideology dan system yang sangat rasional-objektif antara Islam, kapitalis, dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan umat dan memajukan perekonomian mereka.
Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswa antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul dari salah seorang mahasiswa: “Apakah ada sebuah Negara yang telah menerapkan system ekonomi Islam dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan system itu seperti yang Bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?”
Sederhana memang. Akan tetapi, itulah “lubang besar” yang menganga dalam cara kita mengomunikasikan Islam kepada masyarakat. Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata. Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, mereka malah terpesona kepada keunggulan di dunia empiris. Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukkan kita saat ini. sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, meraka justru menantikan kehebatan-kehebatan kaum muslimin. Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar