Kamis, 08 September 2011

Politisi PKS: Waspadai Kebakaran Hutan Jadi Ajang Bisnis

Kamis, 08 September 2011 10:43 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Anggota Komisi IV DPR Rofi Munawar mengingatkan bahwa bencana kebakaran hutan yang kembali terjadi diberbagai wilayah di tanah air harus diwaspadai agar tidak dijadikan ajang bisnis tertentu.



"Kebakaran hutan juga harus diwaspadai dari adanya kepentingan bisnis, bisa jadi pembakaran dilakukan secara sengaja untuk pembukaan lahan baru guna kepentingan pengembangan bisnis perkebunan atau pertambangan," ujar Rofi Munawar di Jakarta, Kamis.

Ditegaskannya bahwa kebakaran hutan itu harus disikapi secara serius, karena menimbulkan banyak kerugian seperti rusaknya lingkungan hidup, punahnya satwa langka.

Belum lagi kerugian yang bisa muncul terkait dengan kabut asap seperti gangguan kesehatan pernafasan, penurunan kunjungan pariwisata dan gangguan transportasi.

Saat ini kebakaran hutan dan lahan di Jambi telah memasuki status Siaga I. Kebakaran terus meluas dari sekitar 500 ha pada pekan lalu, saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 ha. Kebakaran terpantau pada 12 titik lahan gambut, termasuk tiga titik dalam kawasan Taman Nasional Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan satu titik dalam Hutan Lindung Gambut Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Kebakaran terjadi hampir dua bulan di Provinsi Jambi dan Sumsel, yang terbaru puluhan hektare hutan terbakar di lereng Gunung Sumbing Jawa Tengah dan Desa Panaikan, Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, peningkatan titik api di berbagai daerah perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Kehutanan," kata Rofi Munawar.

Balai Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Geofisika Sumsel, berdasarkan pantauan dari 4 Agustus hingga 5 September, terdapat sekitar 50 sampai 85 "hot spot" (titik api) di seluruh Sumatra Selatan.

Pengalaman buruk tahun 2006 dimana total titik api mencapai 146.264 tidak boleh terulang. Selama ini Kalimantan dan Sumatera berdasarkan data satelit NOAA dalam jangka waktu tahun 2005-2009 memiliki potensi sebaran terbesar titik api, rata-rata diatas 50.000 titik api. Kalimantan Barat menempati posisi tertinggi dengan 55.984 titik api dan di Pulau Sumatera Provinsi Riau dengan 47.392 titik api.


Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar