Senin, 24 Oktober 2011

Orang Hebat Tergerak Untuk Membangun The Dream Team




Dekade 90-an kita dibuat terkesima oleh kepiawaian pebasket-pebasket Amerika mengalahkan pebasket seluruh dunia. Negeri Paman Sam itu kemudian menjadi pusat perhelatan kejuaraan basket yang menyedot perhatian peminat basket di seluruh dunia. Mereka berhasil mengangkat citra NBA Competition menjadi mendunia. Anak-anak remaja hapal di luar kepala dan menjadikan idola para jawara basket mereka, dari Michael Jordan sampai Cobe Bryant. Mereka memberi nama para jawara itu dengan julukan The Dream Team.

Seingat saya, inilah awal mula the dream team menjadi nge-trend di seluruh dunia. Demi menunjukkan semangat kompetisi. Semangat kebersamaan. Semangat kebanggaan. Semangat juara. Semangat kemenangan, banyak group, kelompok, atau bentukan sejenis menamai diri mereka sebagai the dream team. Julukan ini kemudian menjadi lekat dengan keseharian kita - tidak hanya dalam olah raga tapi - dalam aktivitas kerja sama, organisasi, organiaksi, dll. Team impian! sebuah julukan yang padanya diembankan mimpi, cita-cita, dan harapan para anggota dan pendukungnya.

Team impian. Bayangan kita, di dalamnya pastilah berisi orang-orang yang hebat. Para jawara. Para idola. Yang menjadi orang pertama diantara sesamanya (primus interparest). Pertama dalam prestasi. Pertama dalam kualitas. Dan pertama dalam kelebihan-kelebihan lainnya. Mereka bersatu untuk mengagregasikan potensi menjadi kekuatan aksi yang luar biasa. Kinerja team, tidak lagi bersifat penjumlahan yang linear. 1 + 1 tidak lagi sama dengan 2 melainkan bisa 3, 4, 5, dan seterusnya. Team bukan penjumlahan individu hebat menjadi sekian individu hebat. Tapi team merupakan kolektifitas kualitas yang bekerja menghasilkan x pangkat.

Darinya dapat ditarik dua buah pemahaman sebagai berikut: Pertama, orang hebat bertemu orang hebat lalu bersepakat membangun sebuah team menghasilkan hebat pangkat sekian – bukan dua orang hebat. Sehingga team memiliki kekuatan yang berlipat dalam menggerakkan dan memberi arah perubahan, lebih dari yang bisa dilakukan individu per individu. Kedua, tiap-tiap individu yang tergabung dalam team mendapatkan insentif peningkatan kualitas hasil dari relasi yang saling take and give diantara sesama orang hebat di dalamnya. Motto untuk pemahaman yang pertama kira-kira adalah Together Everyone Can Do More. Sementara motto untuk pemahaman yang kedua - tersusun dari arti huruf TEAM - yaitu Together Everyone Achieves More.

Together Everyone Can Do More. Motto ini menandai sebuah semangat perbaikan dan kemajuan kolektif. Betul bahwa perbaikan harus dimulai dari diri sendiri (starting from self), tapi seterusnya untuk menggerakkan perbaikan dalam ruang yang lebih luas kolektifitas menjadi keharusan. Orang hebat begitu selesai mengoptimalkan potensi diri (baca: mampu memberi teladan) bergabung dengan orang hebat lainnya, membangun sebuah team - the dream team - dan memulai kerja-kerja untuk perbaikan.

Pemahaman di atas sejalan dengan pengertian mujaddid (pembaharu) dalam arti: sosok pribadi yang berusaha melejitkan potensi dirinya dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya (dalam kerangka kolektif) menjadi lebih baik. Contoh paling baik dan aktual dari semangat kolektifitas ini adalah Gema Nusa (Gerakan Membangun Nurani Bangsa?) yang dipelopori oleh Aa Gym. Orang-orang hebat selayaknya ikut membangun dan bergabung dengan gerakan semacam ini.

Together Everyone Achieves More. Bukannya mengurangi kelebihan masing-masing, sebuah team menjadikan setiap orang hebat yang tergabung di dalamnya menjadi semakin hebat. Motto tersebut mengandung semangat kebersamaan dan persaudaraan yang saling menyempurnakan. Team membuat yang tidak kenal menjadi saling kenal. Setelah kenal lalu saling mamahami. Setelah paham lalu saling menolong. Setelah itu lalu saling melengkapi dan menyempurnakan. Bersamaan dengan proses itu terjadi transfer of knowledge, share of vision, transfer of skill, dan transfer of experience yang memperkaya masing-masing individu.

Orang hebat akan selalu tergerak untuk membangun team, the dream team. Mereka sadar akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: Pertama, kerja untuk kemajuan dan perbaikan menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Dan kedua, mereka mendapatkan insentif peningkatan kualitas diri dan proses self upgrading menjadi semakin mudah. Mereka makin hebat dan terus hebat. Mungkin ini yang disinyalir oleh Nabi sebagai: Innal barokata ma'al jama'ah. Sesungguhnya berkah (Alloh) ada pada jamaah (team).

Rabu, 19 Oktober 2011

Rihlah Ruhaniyah yang Menyenangkan


”Tidak dianjurkan untuk melakukan rihlah atau kunjungan ke suatu tempat, kecuali ke tiga masjid (saja), yaitu Masjidil Haram, Masjidku (Masjid Nabawi) dan Masjid Al-Aqsha” (HR. Imam Muslim)

Suharna Kembali ke Partai Politik

Tribunnews.com



Reshuffle Kabinet
Tribunnews.com - Rabu, 19 Oktober 2011 15:56 WIB

Suharna Kembali ke Partai PolitikTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata mengatakan akan kembali ke partainya yakni PKS

PKS: SBY Langgar Kontrak Koalisi

detikcomRabu, 19/10/2011 16:13 WIB 
Jakarta - Presiden SBY mencopot kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suharna Surapratana dari kursi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek). Pencopotan itu dinilai telah melanggar gentleman agreement dengan PKS.

Selasa, 18 Oktober 2011

Menristek Suharna Sudah Ditawari Jadi Dubes, PKS Tetap Tunggu Sikap SBY

detikcom










Selasa, 18/10/2011 15:11 WIB

Jakarta - Isu reshuffle sejumlah menteri terus menggelinding. Perubahan bisa saja terjadi dalam hitungan jam. Kabar terbaru, Menteri Suharna Surapranata dari PKS diduga kuat akan terlempar dari kabinet. Disebut-sebut Suharna sudah ditawari untuk posisi Dubes.

PKS: Komunikasi SBY Tidak Jujur

Jelang Reshuffle KabinetHeadline

Oleh: Marlen Sitompul & R Ferdian
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai komunikasi politik Presiden SBY kepada PKS tidak jujur.

Menjaga Dakwah dengan Kekuatan

Tulisan ini adalah inti sari dari diskusi 2 pekanan membahas Majmu’ah Rasail bersama para ustadz yang semoga ilmu mereka ditambah dan diberkahi oleh Allah Swt. Amien. Selalu terlontar kekaguman dari para ustadz ini pada pilihan kata yang digunakan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam Majmu’ah Rasailnya. Seorang ustadz mengatakan bahasa yang dipakai oleh ustadz Hasan Al Banna ini adalah bahasa yang mudah di pahami oleh semua orang. Berbeda dengan tulisan Ustadz Sayyid Qutb dalam Fi zhilalil qur’annya yang begitu tinggi nilai sastranya. Namun, keistimewaan lainnya adalah bahasa itu penempatannya sangat cocok sekali dan mudah dimengerti oleh semua orang bahkan orang awam sekalipun. Intinya adalah :penulisan sederhana dengan makna yang dalam.Seperti inilah seharusnya seorang Dai menjelaskan Islam, mempermudah bukan mempersulit.

Senin, 17 Oktober 2011

Suksesnya Sandiwara Kabinet

ADHIE M MASSARDI

ORANG-orang Istana tampak sumringah. Mereka yakin sandiwara pergantian (reshuffle) anggota kabinet yang diulur-ulur, seperti kebiasaan TV swasta kita memperlakukan sinetron yang laris, bisa mengalihkan isu perampokan sistemik terhadap APBN yang dilakukan Nazaruddin dan komplotannya di partai (Demokrat) pimpinan Presiden Yudhoyono.

Keyakinan orang Istana bahwa isu reshuffle bisa mengubah pola pemberitaan media massa, yang semula ditanggapi dingin-dingin saja, muncul setelah Yudhoyono sekonyong-konyong menanggapi SMS reshuffle yang beredar di masyarakat, yang (seolah) bukan berasal dari Istana.

Meskpun dicibir masyarakat karena untuk kesekian kalinya Presiden dianggap lebih responsif terhadap isu yang ditebarkan SMS ketimbang nasib rakyatnya, isu reshuffle akhirnya memang mulai naik ke permukaan. Lebih-lebih setelah Yudhoyono memamerkan kepiawaiannya menyutradarai “sinetron kabinet” dengan memanggil sejumlah orang untuk di-casting guna memainkan peran menteri dan wakil menteri.

Agar drama politik pergantian kabinet menjadi lebih meriah, tak lupa Yudhoyono memanggil pentolan parpol yang terlibat koalisi seperti Aburizal Bakrie (Golkar), Suryadharma Ali (PPP), Hatta Radjasa (PAN), Lutfi Hassan (PKS) dan dua pimpinan parpol yang namanya sudah diberkas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Anas Urbaningrum (Partai Demokrat) serta Muhaimin Iskandar (PKB).

Tapi benarkah sinetron reshuffle bisa mengalihkan isu korupsi besar-besaran di pusat kekuasaan, setelah berbagai isu lain yang dihembuskan (teroris, pocong, perbatasan dengan Malaysia, mafia anggaran, dll) tak kunjung berhasil? Nanti dulu! Sebab faktanya, sinetron reshuffle ternyata seperti “menepuk air di dulang” terpercik ke muka Yudhoyono sendiri.

Buktinya, pemanggilan pentolan parpol koalisi dengan alasan membicarakan reshuffle dalam pandangan banyak orang jadi tampak bodoh karena kecuali Golkar dan PKS, selebihnya adalah anak buah Yudhoyono di kabinet dan (Anas) di parpol yang dia pimpin sendiri (Anas). Jadi sungguh menggelikan bila mereka diundang ke rumahnya di Cikeas hanya untuk membicarakan hal yang sesungguhnya tidak diinginkan oleh mereka semua.

Sementara mayoritas rakyat yang terlanjur mendengar sandiwara politik gaya Cikeas ini, apa boleh buat, tak tertarik sama sekali. Sebab bagi mereka, seribu kali reshuffle, niscaya tak ada artinya sama sekali. Yang diinginkan dari pemerintah adalah lahirnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kalau ada yang lain, menteri-menteri yang terindikasi korupsi segera diadili dan lekas masuk bui…!

Bagi sejumlah orang yang paham politik dan ketatanegaraan, kocok ulang anggota kabinet kali ini benar-benar karya politik Yudhoyono paling mubazir dan menjengkelkan. Sebab di tengah kehidupan rakyat yang kian melarat, Yudhoyono malah menggemukkan rezimnya dengan menambah sejumlah wakil menteri.

Padahal kita tahu, posisi sekelas wakil menteri (wamen) memerlukan rumah dinas dan mobil dinas setara menteri, lalu perlu renovasi ruangan karena di sejumlah kementerian tidak tersedia ruangan bagi wamen. Belum lagi untuk membantu sang wamen, diperlukan beberapa pejabat eselon 1, ajudan, sekretaris, staf ahli, dll.

Keuangan negara masih akan digali untuk keperluan perjalanan dinas wamen yang pasti juga VVIP, termasuk pengawalan ekstra. Padahal sampai detik ini, belum ada inpres, keppres maupun PP yang mengatur “apa sih tugas wamen?” Yang terbayang di mata rakyat adalah bakal munculnya “para begundal baru” di seputar wamen yang niscaya bakal menjadi calo yang menyuburkan korupsi sebagaimana terjadi di banyak kementerian selama ini.

Betul, menurut UU no 39/Th 2008, “dalam hal terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus, Presiden dapat mengangkat Wakil Menteri pada kementerian tertentu”.

Tapi betulkah para menteri dalam kabinet Yudhoyono sudah bekerja keras sehingga perlu dikasih wakil?

Entahlah!

Yang jelas, upaya mengalihkan isu korupsi dengan sandiwara reshuffle ternyata malah memperkuat kemungkinan bakal semakin menjadi-jadinya korupsi di lingkar dalam kekuasaan. [***]

Minggu, 16 Oktober 2011

Sudah "Berdarah-darah" Dukung SBY, Wajar jika PKS Marah

Ilsutrasi kabinet
okezone.comMinggu, 16 Oktober 2011 07:41 wibJAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengumumkan nama-nama menteri baru sebelum 20 Oktober mendatang. Namun, mengenai kader partai mana yang akan terdepak dari kursi menteri, hingga kini masih menjadi teka teki.

Sabtu, 15 Oktober 2011

PKS: Koalisi atau Oposisi Sama Saja

KOMPAS.com
Ary Wibowo | Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 14 Oktober 2011 | 16:46 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta enggan berkomentar mengenai wacana PKS akan keluar dari koalisi jika ada menteri asal PKS yang di-reshuffleoleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Anis, sepanjang Presiden SBY belum memberikan kepastian, maka reshuffle tersebut hanya sebatas rumor saja.
Kita punya dua pengalaman jadi oposisi dan koalisi, dan itu menurut kita relatif sama saja
-- Anis Matta

"Belum, kita baru membicarakan disini. Opsi-opsinya masih banyak yang kita pikirkan, dan belum tentureshuffle jadi kan. Selama belum ada pelantikan tidak ada reshuffle itu," ujar Anis di sela-sela acara Rapimnas PKS, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (14/10/2011).
Presiden SBY, pada Kamis (13/10/2011) kemarin, mengundang enam ketua umum partai koalisi, salah satunya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq ke kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Pemanggilan para pimpinan partai politik ini terkait dengan rencana Presiden melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II.
Menurut Anis, ia tidak mengetahui secara detail apakah dalam pertemuan tersebut melakukan pembicaraan mengenai adanya kader PKS yang di-reshuffle.
"Sekarang kan semua berandai-andai soal wacana itu. Kalau kata Nabi, andai-andai itu jangan bilang kalau itu dari setan. Dan kita punya dua pengalaman jadi oposisi dan koalisi, dan itu menurut kita relatif sama saja," kata Wakil Ketua DPR ini.
Sebelumnya, Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, PKS belum mengambil sikap mengenaireshuffle lantaran belum ada kepastian dari Presiden. Namun, kata dia, sejumlah pendapat sudah disampaikan kader menyikapi rencana Presiden. Salah satu pendapat itu adalah keluar dari koalisi jika ada satu menteri asal PKS yang di-reshuffle.
"Ada 10 orang, ada 10 pendapat itu biasa saja. Namun, kebijakan politik di PKS itu diambil oleh Majelis Syuro. Terkait penempatan menteri di pemerintahan, terkait posisi koalisi keputusannya di Majelis Syuro," kata Mahfudz.

Elitenya Dewasa, Tidak Seperti Tetangga...

Tribun PekanbaruPemilukada Kampar Dipuji


Tribun Pekanbaru - Sabtu, 15 Oktober 2011 12:38 WIB
PELAKSANAAN pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Kampar menuai pujian dari banyak pihak, karena terselenggara dengan lancar, aman, dan tanpa riak berarti hingga penetapan rekapitulasi penghitungan suara kemarin. 

"Reshuffle & KPK Sama, Tidak Mutu!"

Respon Warga Terhadap Reshuffle
Nasional - Sabtu, 15 Oktober 2011 | 11:03 WIB
Headline
INILAH.COM, Jakarta - Hiruk pikuk rencana reshuffle kabinet sebagai ikhtiar untuk perbaikan kinerja pemerintahan SBY-Boediono juga mendapat perhatian masyarakat di kelas menengah ke bawah. Apa komentar mereka tentang rencana reshuffle kabinet ini?

Hasil Rapimnas PKS: Siap Untuk Situasi Apapun


PKS menyatakan tetap mengacu pada kesepakatan khusus bilateral dengan SBY.

SABTU, 15 OKTOBER 2011, 15:15 WIB


VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera telah selesai menggelar rapat pimpinan nasional di sebuah hotel di Jakarta. Ada tiga hasil Rapimnas ini.

Ini Dia Empat Sikap PKS

15/10/2011 15:17Liputan6.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memutuskan empat sikap yang akan dijadikan acuan dalam merespon perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Keempat sikap tersebut diambil melalui rapat pimpinan nasional yang dibacakan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaak, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (15/10). 

Membangkitkan Pasar Kehidupan Dari Masjid

Ini adalah dialog yang tiada duanya diatas dunia ini. Di pelataran Masjid dialog ini berlangsung. Seorang sahabat yang baru saja berjumpa dan diikrarkan persaudaraannya ingin memuliakan semulia-mulianya sang sahabat. “Aku punya beberapa rumah silahkan engkau pilih yang paling nyaman menurutmu, aku punya beberapa bidang tanah, silahkan pilih mana yang engkau sukai, bahkan kalau engkau mau, aku punya beberapa orang istri silahkan pilih mana yang menarik hatimu, aku akan ceraikan, selepas masa iddahnya engkau boleh menikahinya.” Tak butuh waktu lama, jawabannya beberapa kata, “saya tidak butuh itu semua dari mu, sekarang tunjukkan saja kepadaku kemana jalan menuju pasar!”

Jumat, 14 Oktober 2011

Pasangan Jefry-Ibrahim Ditetapkan Menang di Pilkada Kampar

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kampar, Riau, menetapkan pasangan calon bupati Jefry Noer-Ibrahim sebagai pemenang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kampar, Riau, Jumat (14/10/2011).

Beramal Islami di Dalam dan Melalui Jama'ah

Author: M Anis Matta
Editor: Abu Aufa




ABSTRACT:
*******************************************************
Ummat ini bagaikan daun-daun yang berguguran, mudah sekali diterpa angin. Tiada kekuatan yang 
mampu menghimpunnya kembali, menata seperti ia masih bergayut pada pohonnya. Begitulah kenyataan! Banyak orang saleh, orang hebat, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan. Oleh karena itu, jalan panjang untuk menuju kebangkitan ummat ini haruslah dimulai dari menghimpun daun-daun tersebut dalam wadah yang bernama jama'ah, merajut kembali jalinan cinta, satukan potensi dan kekuatan, sehingga ia menjadi pohon peradaban yang teduh, menaungi kemanusiaan.
*******************************************************