Jumat, 26 Agustus 2011

Lebih Dekat (2): Gubernur Duduk di Kelas Ekonomi, Biasa Saja...

Padang, KlikSumbar 
Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, pria ini nyaris tidak merubah style-nya. Baik saat menjadi aktifis, anggota DPR RI maupun setelah menjadi orang nomor satu di Sumbar.
"Jangan paksa saya merubah style hidup saya, karena bagi saya fasilitas jabatan apa pun adalah sunah, kewenangan justru suatu kewajiban bagi saya," ujar Irwan Prayitno saat berbagi pengalaman hidup dengan jajaran DPD KNP
I Sumbar, Sabtu (23/07) di rumah dinasnya, Jalan Sudirman Padang.

Tak pelak aturan protokeler untuk BA 1 pun sering dikesampingkan Irwan Prayitno, malah masukan untuk membeli mobil BA 1 pelat merah yang baru pun, serta merta dia tolak. "Tidak usah beli yang baru, mobil lama masih bisa jalan kok," ujar Irwan.
Malah jika mobil dinas tidak layak dan beresiko mengikuti rombongan menteri, ia tidak sungkan-sungkan menggunakan mobil pribadi. "Saya pakai mobil pribadi, biarlah pelat hitam diganti dengan pelat merah. Ini terbalik bagi sebagian orang, dimana pelat merah diganti dengan pelat hitam," ujarnya tersenyum.
Bahkan sampai naik pesawat pun, ketentuan protokoler seorang Gubernur pun dilanggar Irwan. Ia sekali lagi minta maaf, bahwa dia tidak mau mengikuti aturan protokoler itu. "Bukan ambil muka kepada rakyat, tapi duduk di kelas ekonomi itulah saya, naik pesawat bagi saya nikmatnya saat take off tertidur dan ketika landing terbangun," ujarnya.
Gubernur, kata Irwan, punya fasilitas dan kewenangan. Bagi politisi senior PKS ini, fasilitas adalah sunah, yang wajib itu adalah menjalankan kewenangan yang melekat dari jabatan.
Irwan Prayitno mengaku cukup satu periode saja menjadi Gubernur Sumbar. "Kasih kesempatan kepada yang muda-muda lagi. Kalau ada pengurus KNPI yang berminat menjadi gubernur, ayo dari sekarang tempa diri dan jiwa kepemimpinannya," ujar Irwan.
. ( ADT/ ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar