Kamis, 29 September 2011

Tamsil Linrung Mundur dari DPR?


JAKARTA, RIMANEWS - Tamsil Linrung, Politisi PKS yang juga salah satu pimpinan Badan anggaran (Banggar) DPR, mengungkapkan kegalauan hatinya, di DPR, Kamis (29/09/2011).
Tamsil menyatakan niatnya mundur sebagai anggota DPR. Hal ini, terkait dengan tarik menarik yang terjadi saat KPK mengundang para pimpinan Banggar DPR, termasuk dirinya, dan KPK yang tak bersedia memenuhi undangan pimpinan DPR untuk melakukan konsultasi.
"Itu pilihan. Saya belum berbicara dengan fraksi (PKS). Saya melihat tarik menarik yang dibawa ke ranah politik, padahal sederhana. Kita ingin fungsi dan kewenangan menjadi jelas. Kalau seperti ini terus, lebih baik fraksi ambil saya dari DPR. Biar saya konsentrasi penuhi pemeriksaan KPK supaya tidak menganggu pekerjaan saya," kata Tamsil.

Dirinya tak memungkiri, dialah yang mengusulkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk percepatan infrastruktur transmigrasi.
"Kalau salah, kita hadapi. Salahnya seperti apa, dan apa konsekuensi hukumnya. Kalau memang salah, ya saya siap pertanggungjawabkan," ujarnya lagi.
Niat Tamsil ini tak lepas dari pemberitaan atas pengakuan dirinya sendiri, mendorong Banggar DPR meloloskan dana Percepatan Pembangunan Infrasturktur Daerah (PPID) sebesar Rp 500 miliar. Kasus ini, kini sedang ditangani oleh KPK dan sudah menetapkan beberapa tersangka. Akan tetapi, Tamsil tegas membantah dirinya ikut memainkan proyek PPID tersebut.
"Saya yang mendorong anggaran Rp 500 miliar transmigrasi itu. Mendorong supaya ada pemerataan kesejahteraan rakyat. Pelanggaran itu di tender pelaksanaan proyek. Kalau di penyusunannya tidak ada masalah. Saya sepeserpun tidak terima uang dari proyek itu. Dan yang terpenting ada klarifikasi yang jelas. Jadi, ketika pengambilan keputusan menjadi jelas dan tidak perlu ada ketakutan diperiksa lagi oleh KPK," papar Tamsil Linrung.[ach/tribun]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar