Sabtu, 01 Oktober 2011

Thawaf Semesta


Lelaki itu termangu memandang langit. Langit biru diatas kakbah . Burung-burung
merpati itu beterbangan dan meluncur diatas langit Masjidil Haram. Namun, ketika
mereka hampir melintasi Kakbah ia berputar mengikuti arah berputarnya manusia
yang thawaf. Subhanallah, merpati-merpati itu ikut thawaf menghormati bangunan
yang ditegakkan oleh manusia-manusia yang sudah di sucikan Allah.



Ya thawaf berfungsi untuk mensucikan segala sesuatu. Semua apapun yang ada
di atas dunia ini melakukan gerakan thawaf untuk menyucikan dirinya. Maka
ketika ingin membangun peradaban, manusia-manusia peradaban itu juga harus
senantiasa melakukan thawaf, berputar di sekeliling Allah subhanahuwata’ala.
Itu akan mensucikan langkah-langkah mereka. Karena Allah selalu menjadi poros
mereka untuk melakukan segala kebaikan.

Di mulai dari mihrab, thawaf berputar menjadikan Allah sebagai poros
pembangunan peradaban. Akan menghasilkan energi yang sangat luarbiasa. Energi
yang tidak akan pernah habis. Energi yang maha dahsyat dari yang Maha Dahsyat.
Perjalanan mereka akan menjadi aman, kotoran-kotoran jiwa yang melekat pada
mereka akan rontok. Jiwa mereka akan suci dan qolbu mereka akan memancarkan
cahaya.

Ketika itu, hatinya selalu terpaut dengan Allah, jiwa tersandera dalam genggaman
Allah, logikanya lurus hanya kepada Allah. Mereka bahagia dan membahagiakan.
Mereka tidak takut akan kekurangan rezeki, karena Allah adalah sumber rezeki.
Mereka tidak akan mogok beramal hanya karena hinaan, sindiran bahkan karena
cacian yang menyakitkan dari manusia-manusia yang sudah menjadikan thagut
sebagai poros thawafnya, menjadikan setan-setan sebagai walinya.

Hati mereka tenang berputar bersama takdir Allah. Karena planetpun mereka
thawaf kepada Allah, Atompun thawaf kepada Allah. Semua makhluk baik sadar
maupun terpaksa mereka semuanya thawaf kepada Allah. Karena barang siapa yang

tidak thawaf maka mereka akan terpental dari putaran rahmat Allah.

Inilah pusat energi yang tiada habis itu. Seluruh semesta thawaf mengelilingi Allah.
Maka ketika manusia-manusia peradaban ini menyempurnakan thawafnya, maka
Allah akan membuat semesta juga thawaf bersama mereka. Jika Allah sudah cinta
kepada manusia, maka semua manusia dan semua makhluk akan mencintainya.
Tapi bila Allah telah murka kepada seorang manusia, maka Allah akan membuat
semua makhluk murka dan benci kepadanya.

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul
bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim
tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah
rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang
sujud."(Q.S Al Baqarah [002]: 125)

Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka
dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka
melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Q.S Al
Hajj[007]: 29)

(Masjid Arfaunnas, Ahad, 29 RAmadhan 1432 H/29 Agustus 2011 M, 6:40:24 AM
WIB)

Edi S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar