Sabtu, 08 Oktober 2011

Fahri Hamzah : Ada Skandal Besar LSM di Indonesia

Sabtu, 08 Oktober 2011 | 08:47:41 WITA 
Jakarta - Wakil Ketua Komisi III, Fahri Hamzah mengatakan dirinya akan membongkar skandal besar yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM)  di Indonesia. Dirinya sudah menemukan indikasi dan sedang melakukan penyelidikan mengenai sepak terjang  LSM  yang menjadikan institusi negara seperti KPK, sebagai ujung tombak pemenuhan kepentingan asing. 


“Pada saatnya saya akan bongkar bagaimana mereka menjadikan institusi negara seperti KPK sebagai ujung tombak pemenuhan kepentingan mereka di Indonesia. LSM-LSM ini dipakai dan diarahkan untuk mencapai misi asing yaitu merubah misi pencegahan KPK menjadi misi penindakan. Ini skandal terbesar yang mereka lakukan,” ujar Fahri kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/10).



Asing menurutnya memodali LSM-LSM lokal ini sehingga apa yang dilakukan KPK pun menjadi tidak sinkron dengan UU yang ada. “Pola yang mereka lakukan dapat kita lihat kok dan mereka juga sudah mengakui bahwa mendapatkan dana dari sebuah lembaga donor asing dengan tugas supervisi dan monitoring. Kalau kita cek semua strategi dan perencanaan  diatur oleh nasehat dan institusi asing, dan didukung oleh LSM yang didanai asing,” tegasnya.

Penyelidikan yang tengah dilakukannya menurut Fahri akan dikomparasi dengan permintaan data dan temuan oleh BPK.

Pengakuan ICW sebenarnya sudah cukup dijadikan alat untuk dilanjutkan demi mencari pola permainan yang mereka lakukan. “Salah satu misi dan pola yang mereka kerjakan bahwa siapapun yang melawan mereka dan atau mengkritik KPK adalah koruptor. Ini berbahaya, masyarakat harus memahami permainan mereka yang seperti ini,” imbuhnya.

LSM-LSM yang menerima pesanan asing ini tegasnya jelas tidak memiliki nasionalisme. Kebenaran pun dibuat seolah milik mereka sendiri. Menurutnya, kalau mereka membela kepentingan asing jelas ini bertentangan dengan konstitusi.

Fahri menuturkan, akan mendorong BPK untuk melakukan audit bantuan asing yang mereka terima dan apakah bantuan-bantuan yang mereka terima itu sudah disetujui oleh Bappenas.

“Masyarakat hendaknya jangan terkecoh dengan mereka,” kata Wakil Sekjen PKS ini lagi.

Mengenai keputusan komite etik yang menemukan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pimpinan KPK dan para pejabatnya terkait berbagai tudingan Mantan Bendahara Umum PD, Nazaruddin, Fahri mengatakan sejak awal dirinya tidak percaya dengan pembentukan komite etika itu. Bagaimana mungkin lanjut Fahri pimpinan KPK yang bermasalah memilih anggota-anggota komite etika sesuai dengan yang mereka kehendaki untuk membela semua kepentingan selain kepentingan Nazaruddin.

“Komite etik itu emang sudah dirancang untuk membela seluruh kepentingan kecuali kepentingan Nazaruddin. Aneh jika komite etika tidak memanggil supir Nazaruddin dan bahkan belum apa-apa sudah berani mengatakan Nazaruddin bohong karena keterangan Nazaruddin berbeda dengan keterangan supirnya.Aneh juga mereka tidak berani menerima tantangan Nazaruddin untuk dikonfrotir dengan Chandra Hamzah. Ada kepentingan apa kok mereka tidak mau melakukan itu, kalau bukan untuk melindungi Chandra,” jelasnya.

Dirinya meyakin bahwa ada tuduhan Nazaruddin yang benar, namun sayangnya Ketua KPK Busyro Muqodas pun langsung mengkriminalisasi Nazaruddin dengan menggelar jumpa pers bahwa Nazaruddin banyak terkait kasus korupsi.

“Busyro jelas telah mengkriminalisasi Nazaruddin dengan menggelar jumpa pers itu. Kalau berani KPK buka saja semuanya,” tegasnya. (fmc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar